Zakat

Zakat Profesi/Pendapatan

Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, wiraswasta, dan sebagainya. 

Para pakar fiqh kontemporer memandang bahwa hasil profesi termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya, mengingat zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin di antara mereka sesuai dengan ketentuan syariat.

 

Ketentuan pengeluaran Zakat Profesi 

Zakat profesi memang belum familiar dalam kha- zanah fiqh Islam klasik. Maka dari itu, hasil profesi dikategorikan sebagai jenis harta wajib zakat berdasarkan analogi (qiyas) atas kemiripan (syabah) ter- hadap karakteristik harta zakat yang telah ada, yakni: 

  1. model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian), se- hingga harta ini dapat dianalogikan pada zakat pertanian berdasarkan nishab (653 kg gabah kering giling, atau setara dengan 522 kg beras) dan waktu pengeluaran zakatnya (setiap kali panen).
  2. model harta yang diterima sebagai penghasil- an berupa uang, sehingga jenis harta ini dapat dianalogikan pada zakat harta (simpanan atau kekayaan) berdasarkan kadar zakat yang harus dibayarkan (2,5%). Dengan demikian, apabila hasil profesi seseorang telah memenuhi ketentuan wajib zakat, ia berkewajiban menunaikan zakatnya.

 

Contoh dengan analogi model pertama;

 

Contoh dengan analogi model kedua (dihitung secara akumulatif satu tahun);

Bookmark Worship