Shalat

Kedudukan Shalat dalam Islam

Shalat adalah rukun Islam yang kedua, pondasi keislaman seseorang:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ، شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

"Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu; (1) syahadat (persaksian) bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah; (2) mendirikan shalat; (3) menunaikan zakat; (4) haji; dan (5) puasa Ramadhan." (HR. Bukhari-Muslim)

 

Shalat merupakan amal terbaik:

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: الصَّلَاةُ لِأَوَّلِ وَقْتِهَا

Nabi SAW ditanya, "amal apa yang paling baik?" Jawabnya: "Shalat pada waktunya." (HR. Tirmidzi)

 

Shalat adalah batas pemisah antara keislaman dan kekufuran:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ، وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ، تَرْكَ الصَّلَاةِ

"Sesungguhnya pemisah antara seseorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

 

Shalat adalah tiang agama:

رَأْسُ هَذَا الأَمْرِ الإِسْلامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلاةُ

"Puncak segala urusan (kehidupan) ini adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat." (HR. Ahmad)

Bookmark Worship