Shalat

Tatacara Shalat

Yang dimaksud dengan Tatacara Shalat adalah panduan bagaimana melaksanakan shalat tahap demi tahap dari awal hingga akhir sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Sudah barang tentu, panduan dalam melaksanakan shalat harus didasarkan pada hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah SAW, sebab beliau sendiri telah memerintahkan agar kita melaksanakan shalat sesuai dengan cara yang beliau ajarkan. Oleh karena itu, jika ada bentuk shalat yang keluar dari apa yang diajarkan oleh Rasul SAW, maka sudah pasti hal tersebut menjadi tertolak.

Adalah jelas, bahwa shalat dengan segala gerakan dan bacaannya merupakan ibadah yang bersifat ritual, yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan disampaikan tatacaranya melalui malaikat Jibril AS untuk dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dan umatnya.

Perlu difahami, bahwa berdasarkan hadits-hadits yang shahih tentang tatacara shalat Rasul SAW, ditemukan bahwa dalam beberapa gerakan atau bacaan shalat, terdapat beberapa variasi dalam tatacara yang dicontohkan. Hal ini memungkinkan munculnya perbedaan di antara ulama dalam melakukan istinbath (penyimpulan) hukum sebagaimana dapat ditemui dalam kitab-kitab fiqh yang ada. Sejauh perbedaan tersebut mempunyai dasar dalam nash-nash (dalil-dalil) Al-Qur'an dan Sunnah, maka hal tersebut dapat diambil hikmahnya sebagai rahmat dan kemudahan bagi umat. 

Sabda Rasulullah SAW :

صَلُّوْا كَمَا رَأيْتُمُوْنِي أُصَلِّي

"Shalat lah sebagaimana kalian melihat aku shalat!" (HR. Bukhari - Muslim)

 

Hadits tentang Tatacara Shalat

Terdapat banyak hadits Rasul SAW yang menjelaskan tentang tatacara menunaikan shalat, sebagian menjelaskannya secara panjang, sebagian lagi hanya menjelaskan bagian-bagian tertentu dari gerakan dan bacaan shalat. Berikut ini dikutip salah satu hadits riwayat Abu Hurairah RA, yang termuat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim mengenai tatacara pelaksanakan shalat. Hadits-hadits senada juga terdapat dalam kitab-kitab hadits utama lainnya.

أنَّ رَسُولَ الله - صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - دَخَلَ الْمَسْجِدَ، فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى، ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُوْلِ الله - صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فردَّ رَسُولُ اللهُ - صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - السَّلَامَ قَالَ: ((اِرْجِعْ فَصَلِّ، فَإنَّكَ لَمْ تُصَلِّ))، فَرَجَعَ الرَّجُلُ فَصَلَّى كَمَا كَانَ صَلَّى، ثُمَّ جَاءَ إِلَى النَّبِيّ - صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فقالَ رَسولُ الله - صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: ((وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ))، ثُمَّ قَالَ: ((اِرْجِعْ فَصَلِّ، فَإنَّكَ لَمْ تُصَلِّ))، حَتَّى فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَالَ الرَّجلُ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَ هَذَا فَعَلِّمْنِي، قَالَ: ((إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا)).

"Sesungguhnya Rasulullah SAW masuk masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk masjid dan 

melakukan shalat. Kemudian orang itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasul menjawab salamnya dan bersabda: "Kembali dan ulangilah shalatmu, karena kamu belum shalat (dengan shalat yang sah)!" Lalu orang itu kembali dan mengulangi shalat seperti semula. Kemudian ia datang menghadap Nabi SAW sambil memberi salam kepada beliau. Rasulullah SAW menjawab:" Wa'alaikas Salaam". Kemudian beliau bersabda:" Kembali dan ulangilah shalatmu karena kamu belum shalat!". Orang ini mengulang sampai tiga kali, hingga kemudian ia berkata; "Demi Dzat yang mengutus anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari shalat seperti ini, maka ajarilah aku." Beliau SAW lalu bersabda kepadanya: "Jika kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur'an. Kemudian ruku'-lah hingga benar-benar thuma'ninah (tenang) dalam ruku', lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak (lurus), kemudian sujudlah sampai engkau thuma'ninah dalam sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga thuma'ninah dalam keadaan dudukmu. Kemudian lakukanlah semua itu di seluruh shalat (rakaat) mu." (HR. Bukhari & Muslim)

 

Tatacara Shalat; dari Takbir hingga Salam:

 

A. Persiapan;

 

B. Takbir hingga Salam;

1. Mulailah dengan bertakbir dengan mengucapkan takbir (اَللّهُ أكْبَر) "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua telapak tangan yang terbuka; setinggi anak telinga atau sejajar dua bahu.

Takbir

2. Bersedekap, dengan meletakkan telapak tangan kanan; di atas pergelangan tangan kiri, atau di atas punggung tangan kiri, atau di atas lengan tangan kiri.

3. Letakkan tangan di antara dada dan pusar, atau di depan dada.

Bersedekap

4. Membaca doa Iftitah

5. Membaca Al-Fatihah, diawali dengan ta'awwudz (A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim)

6. Mengucapkan (آمِيْن) "Aaamiiin", setelah selesai Al-Fatihah

7. Membaca surah atau sebagian ayat-ayat Al-Quran.

8. Berdiam sejenak (saktah) sesudah membaca surah atau sebagian ayat-ayat Al-Quran 

9. Mulai melakukan ruku' dengan mengangkat kedua tangan sejajar pundak, atau telinga, ucapkan takbir sambil bergerak turun ke ruku'.

10. Ruku' dengan meletakkan telapak tangan di lutut, jari-jari direnggangkan, dan siku agak dibentangkan. Punggung lurus, kepala lurus dengan punggung, lakukan dengan thuma'ninah (tenang dan berdiam sejenak), lalu bacalah do'a ruku'.

Ruku

11. Bangkit dari ruku' sambil mengucapkan  (سَمِعَ اللّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) "sami'alallahu liman hamidah", di sambung dengan; 

12. Dianjurkan untuk memperlama berdiri I'tidal dan bersikap tenang.

13. Turun menuju sujud sambil membaca takbir. 

14. Sujud, dengan bertumpu pada tujuh anggota sujud; dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung-ujung kaki. Posisi jari tangan dirapatkan menghadap kiblat. Telapak tangan sejajar pundak atau sejajar telinga. Tangan membentang ke samping, punggung posisi tengah dan kaki hampir me-nyiku, tenang dan membaca doa sujud.

Sujud Kaki saat sujud

 

15. Bangkit dari sujud sambil membaca takbir.

16. Kemudian duduk Iftirosy, punggung tegak, letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, baca do'a di antara dua sujud.

Oftirosy

17. Kemudian kembali sujud sambil membaca takbir, sujudlah sebagaimana sujud yang pertama.

18. Bangkit dari sujud; 

19. Berdiri sempurna, dan langsung bersedekap, laksanakan rakaat berikutnya sebagaimana yang dilakukan pada rakaat sebelumnya.

20. Setelah memperoleh dua rakaat, bangun dari sujud sambil bertakbir, kemudian duduk untuk Tasyahhud Awwal, duduk iftirosy;

21. Bacalah do'a Tasyahhud, acungkan telunjuk tangan kanan pada; 

22. Setelah selesai membaca doa tasyahhud  awwal, bangkit untuk berdiri dengan membaca takbir.

23. Setelah sempurna berdiri, angkat kedua tangan, dan bersedekaplah, laksanakan rakaat berikutnya sebagaimana yang dilakukan pada rakaat sebelumnya.

24. Di rakaat terakhir, duduk tasyahhud akhir dengan cara duduk tawarruk, letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang. Bacalah do'a Tasyahhud akhir, acungkan telunjuk tangan kanan dengan cara seperti pada tasyahhud awwal, bacalah doa tasyahhud akhir.

Tawarruk

25. Setelah selesai tasyahhud akhir, selanjutnya salam; menoleh ke kanan sampai kelihatan pipi kanan dari belakang, dengan mengucapkan; Assalamu'alaikum wa Rahmatullah. Wajah menoleh ke kanan saat bunyi (kum) dari ucapan salam. Lalu kemudian menoleh ke kiri sampai kelihatan pipi kiri dari belakang, sama dengan sebelumnya, dengan mengucapkan; Assalamu'alaikum wa Rahmatullah. Wajah menoleh ke kiri saat bunyi (kum) dari ucapan salam.

Bookmark Worship