Penjelasan

Ash-Shabūr

Sifat ash-Shabur yang disandang Allah tidak sama dengan yang disandang para hamba dan makhluk-Nya. Kesabaran Allah tidak dipengaruhi oleh sikap dan perilaku hamba-hamba-Nya. Meskipun mereka ingkar dan mendustakan ayat-ayat-Nya, Allah tetap memberi karunia-Nya, berupa penyediaan segala jenis kebutuhan yang diperlukan para hamba-Nya, mulai dari sandang, pangan, dan papan. Allah juga tetap mengatur matahari agar tetap terbit dan memberi kehidupan di muka bumi. Allah juga tetap menciptakan siang dan malam agar kehidupan umat manusia tetap berjalan secara serasi dan seimbang. Kesabaran yang dimiliki Allah bersifat kekal dan abadi. Kata ash-Shabur yang disandarkan pada Allah tidak ada dalam al-Quran. Yang ada adalah bahwa Allah mencintai atau bersama orang-orang yang memiliki sifat sabar, seperti dalam Q.S. al-Baqarah (2): 153 dan 249; Ali Imran (3): 146; al-Anfal (8): 46 dan 66.