Penjelasan

Azh-Zhāhir

Maha Nyata, Maha Real. Allah adalah Tuhan yang benar-benar nyata. Sifat nyata (real)pada diri Allah tentu bukan secara fisik, tetapi secara spiritual. Arti nyata (real) pada kata sifat azh-Zhahir yang disandarkan pada Allah, tidak sama dengan "empiris" (empirical) yang hanya diukur dengan panca indra semata. Jika kita mengatakan bahwa pikiran itu ada dalam otak, maka otak yang berupa susunan syaraf itu adalah "empiris". Sedang pikiran yang bersemayam dalam otak adalah "real". Oleh karena itu, jika ingin merasakan bahwa Allah benar-benar real, kita harus memaksimalkan aspek real yang ada dalam fisik kita, seperti pikiran dan hati nurani. Sifat azh-Zhahir pada Allah disebut dalam Q.S. al-Hadid (57): 3 yang bersandingan dengan sifat al-Awwal, al-Akhir, dan al-Bathin yang diakhiri dengan sifat al-Alim (Maha Mengetahui segala sesuatu). Dengan menggunakan akal pikiran dan hati nurani, kita akan bisa mengenal dan merasakan bahwa Allah itu benar-benar nyata, baik wujud-Nya, penciptaan-Nya, maupun hikmah dan pengaturan-Nya.