Penjelasan

Al-Ahad

Allah SWT Maha Esa meliputi zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Kesatuan esa-Nya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya yang esa sejati dan mutlak; tidak semu dan tidak bergantung sama sekali pada siapa dan apa pun. Sifat satu atau tunggal pada Allah tidak mengandung arti satu yang berbilang atau satu yang semu. Satu pada diri Allah berarti satu sejati, mutlak, dan tidak pernah dimasuki unsur-unsur di luar diri-Nya. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah ayat, “Katakanlah, "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa” (Q.S. al-Ikhlash: 1).