Penjelasan

Ar-Raqīb

Allah SWT memiliki kesempurnaan dalam pengawasan, pengamatan, dan kesaksian setiap saat pada setiap hamba-hamba-Nya. Makna ar-Raqīb tidak bertujuan investigatif, tetapi memberi motivasi untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Kata ar-Raqīb atau Raqīb disebutkan sekitar 3 kali dalam al-Quran, yaitu: Q.S. an-Nisā` (4): 1; al-M`1iadah (5): 117; dan al-Ahzāb (33): 52. Ketiga ayat tersebut memberitakan tentang kekuasaan Allah dalam memberikan pengawasan kepada setiap gerak-gerik seluruh makhluk-Nya. Namun kata ar-raqīb bisa juga dikaitkan dengan sesuatu yang membelit, misalnya kata riqāb yang berati hamba sahaya atau budah. Artinya seorang budak selalu berada di bawah pengawasan tuannya. Jika dikaitkan dengan kekuasaan Allah, maka bisa juga diartikan bahwa ar-Raqīb bisa berkaitan dengan pengawasan yang terus-menerus dari Allah atas hamba-hamba-Nya.