Penjelasan

Al-Hafīzh

Allah SWT memiliki pemeliharaan yang senantiasa melestarikan segala eksistensi (mawjūdāt) dari kepunahan. Allah SWT juga melestarikan terjadinya harmoni dari dua hal yang bertentangan: atas-bawah, langit-bumi, bulan-bintang, dan lainnya. Sifat al-Hafīzh juga memiliki arti bahwa segala sesuatu tanpa pemeliharan dari Allah akan mengalami kebinasaan yang kehancuran. Pemeliharaan dari Allah senantiasa aktif dan tidak pernah keliru. Segala keharmoisan penciptaan yang ada di langit dan di bumi tidak kepas dari pemeliharaan Allah di dalamnya. Kata al-Hafīzh atau Hafīzh disandarkan pada Allah dan sebagian hamba-hamba-Nya. Dalam Q.S. Yūsuf (12): 55 menceritakan tentang sifat hafīzh (pandai menjaga atau memelihara) nabi Yusuf as. Sedang pada Q.S. an-Nisā` (4): 80 berisi penegasan Allah SWT pada nabi Muhammad tidak bertugas sebagai hafīzh (pemelihara atau penjaga) segala perbuatan dosa dan kesalahan kaumnya, juga tidak bertanggung jawab atas kesesatan yang dialami mereka.