Penjelasan

Asy-Syakūr

Allah SWT memberi banyak pahala dan kenikmatan bagi hamba-hamba-Nya yang meskipun sedikit berbuat kebajikan. Allah SWT memberi kenikmatan setiap hamba-Nya walau mereka tidak bersyukur pada-Nya. Sifat asy-Syakūr juga bisa diartikan bahwa Allah memberi peluang pada setiap hamba-Nya agar bersyukur atau berterima kasih atas segala karunia yang dilimpahkan –Nya pada hamba-hamba-Nya. Kata asy-Syakūr yang disandarkan pada Allah sebenarnya tidak terdapat dalam al-Qur`an. Yang ada adalah penegasan Allah bahwa sedikit sekali dari hamba-hamba yang memiliki sifat asy-syakūr. Perhatikan firman Allah SWT, “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung tinggi dan patung-patung serta piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih” (Q.S. Saba` []: 13).