Pengantar

Keutamaan Berdoa

A. Perumpamaan Doa:

Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan antara orang yang berdzikir pada Allah dan yang tidak berdzikir pada Allah adalah seperti orang hidup dan orang mati" (HR. Bukhari).

 

B. Berbaik Sangka pada Allah SWT:

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah berfirman, “Aku menurut persangkaan sang hamba pada-Ku, dan aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam jiwanya, Aku juga akan mengingatnya dalam jiwa-Ku, dan jika dia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku juga akan mengingatnya dalam hati-Ku secara lebih baik daripada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

C. Basahi Lisan dengan Dzikir:   

Rasulullah SAW bersabda, “Basahilah lisanmu dengan mengingat (berdzikir) pada Allah” (H.R. Tirmidzi).

 

D. Ragam Dzikir Utama: 

Rasulullah SAW bersabda, "Paling utamanya dzikir adalah لاَ إلَهَ إلاَّ الله" (HR. Tirmidzi). 

Rasulullah SAW bersabda, "Di malam ketika aku melaksanakan mi'raj, nabi Ibrahim as berkata padaku, "Wahai Muhammad, sampaikan salamku dan kabarkan pada umatmu bahwa surga itu memiliki tanah yang subur, air yang sedap, dan lahan lapang di mana pohonnya adalah bacaan

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إلَهَ إلاَّ الله وَاللهُ أكْبَر .(HR. Tirmidzi) 

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membiasakan diri membaca istighfar, Allah Swt. akan memberi jalan keluar dari kebuntuan hidupnya, memberi kegembiraan dari kesusahannya, dan memberi rezeki dari jalan yang tidak disangkanya" (H.R. Abu Daud).  

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membaca dzikir/doa : 

أَسْتَغْفِرُ اللَّه الذي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُو الحيَّ الْقَيُّومَ وأَتُوبُ إِلَيهِ . 

maka akan diampuni dosa-dosanya, meski dia lari dari peperangan". (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dll).